Belajar Bahasa Inggris

Junaedi

23/06/2026

4
Min Read
Belajar Bahasa Inggris

On This Post

Siang itu, kelas 3 SD sedang belajar Bahasa Inggris.

Cuaca di luar cukup panas. Dari jendela kelas, terdengar suara burung berkicau, suara murid kelas sebelah membaca bersama, dan sesekali suara sendok dari kantin yang membuat beberapa anak mulai kehilangan fokus.

Di depan kelas, Miss Rina berdiri sambil memegang spidol biru.

Di papan tulis sudah tertulis tiga kata besar:

Today = Hari ini
Yesterday = Kemarin
Tomorrow = Besok

“Anak-anak,” kata Miss Rina dengan suara lembut, “hari ini kita belajar tentang kata-kata yang berhubungan dengan waktu.”

Murid-murid mengangguk.

Ada yang benar-benar paham.

Ada yang pura-pura paham.

Ada juga yang mengangguk karena melihat teman sebelahnya mengangguk.

Di bangku tengah, Jihan duduk dengan wajah sangat serius. Matanya menatap papan tulis tanpa berkedip.

Tangannya memegang pensil, tetapi sejak tadi ujung pensilnya hanya mengetuk-ngetuk meja.

Tok… tok… tok…

Teman sebangkunya, Riko, menoleh.

“Han, kamu paham?” bisik Riko.

Jihan menggeleng pelan.

“Belum. Aku masih mikir.”

“Mikir apa?”

Jihan menunjuk kata Tomorrow di papan tulis.

“Itu kata mencurigakan.”

Riko langsung bingung.

“Mencurigakan bagaimana?”

Jihan tidak menjawab. Ia langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Miss Rina yang sedang memeriksa buku tugas murid menoleh.

“Iya, Jihan. Ada yang mau ditanyakan?”

Jihan berdiri pelan.

“Miss, kalau bahasa Indonesia dari kata Tomorrow itu apa?”

Miss Rina masih menunduk memeriksa buku. Tanpa berpikir panjang, ia menjawab singkat,

“Besok.”

Jihan diam.

Ia menunggu.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Miss Rina tetap memeriksa buku.

Jihan mulai gelisah. Ia menoleh ke Riko.

Riko berbisik, “Kenapa?”

Jihan berbisik balik, “Miss-nya belum jawab.”

Riko melirik papan tulis.

“Bukannya sudah?”

Jihan menggeleng yakin.

“Belum. Katanya besok.”

Beberapa murid yang mendengar mulai menahan tawa.

Jihan kembali mengangkat tangan.

“Miss…”

Miss Rina menoleh lagi.

“Iya, Jihan?”

“Sekarang saja, Miss.”

Miss Rina mengerutkan dahi.

“Sekarang apa?”

“Jawabnya sekarang saja, Miss. Jangan besok. Saya takut nanti lupa pertanyaannya.”

Satu kelas mulai cekikikan.

Miss Rina menahan senyum.

“Jihan, jawabannya memang besok.”

Jihan langsung lemas.

“Yah, Miss…”

“Kenapa?”

“Saya cuma tanya satu kata, Miss. Masa harus menunggu sampai besok?”

Murid-murid mulai tertawa kecil.

Miss Rina meletakkan buku tugas di meja, lalu berjalan ke depan papan tulis.

“Jihan, dengarkan baik-baik. Tomorrow artinya besok.”

Jihan menatap papan tulis.

Kemudian menatap Miss Rina.

Kemudian menatap papan tulis lagi.

Wajahnya semakin bingung.

“Jadi, Miss menjawab sekarang?”

“Iya.”

“Tapi jawabannya besok?”

“Iya.”

“Berarti sekarang ini besok?”

Miss Rina terdiam sebentar.

Riko langsung menunduk ke meja karena tidak kuat menahan tawa.

Miss Rina mencoba menjelaskan dengan sabar.

“Bukan begitu, Jihan. Kata Tomorrow kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya besok.”

Jihan mengangguk pelan, tapi wajahnya masih menunjukkan tanda-tanda belum sepenuhnya aman.

“Oh… jadi bukan Miss mau jawab besok?”

“Bukan.”

“Besok itu arti katanya?”

“Betul.”

Jihan menarik napas lega.

“Alhamdulillah. Saya kira pelajaran Bahasa Inggris pakai sistem tunggu satu hari.”

Kelas langsung tertawa ramai.

Miss Rina ikut tertawa sambil menggeleng-geleng.

“Jihan, Jihan. Kamu ini ada-ada saja.”

Jihan duduk kembali dengan wajah puas. Ia merasa sudah berhasil memecahkan kebingungan besar dalam hidupnya.

Namun, suasana tenang itu hanya bertahan beberapa detik.

Jihan kembali mengangkat tangan.

Miss Rina langsung berhenti tersenyum.

“Apa lagi, Jihan?”

Jihan menunjuk kata lain di papan tulis.

“Miss, kalau Yesterday artinya kemarin…”

“Iya.”

Jihan menatap Miss Rina dengan sangat serius.

“Berarti kalau saya tanya artinya sekarang, jawabannya sudah lewat dong, Miss?”

Kelas kembali meledak tertawa.

Ada yang tertawa sambil memukul meja. Ada yang menutup mulut dengan buku. Bahkan Riko sampai hampir menjatuhkan pensilnya.

Miss Rina menutup wajahnya dengan buku tugas sambil tertawa kecil.

“Ya ampun, Jihan. Hari ini Miss bukan cuma mengajar Bahasa Inggris, tapi juga masuk ke perangkap waktu.”

Jihan tersenyum bangga.

“Berarti saya pintar, Miss?”

Miss Rina mengangguk pasrah.

“Iya. Pintar membuat Miss berpikir dua kali sebelum menjawab.”

Sejak hari itu, setiap kali Miss Rina mengajar kosakata Bahasa Inggris, ia selalu memberi penjelasan lengkap.

Karena di kelas 3 SD itu, satu kata sederhana bisa berubah menjadi perdebatan besar.

Dan bagi Jihan, Bahasa Inggris bukan hanya soal menerjemahkan kata.

Tapi juga soal memastikan jawabannya diberikan hari ini, bukan besok.